deg. pertanyaan simple. tapi cukup buat setengah hari ini galau. tiap mau masuk semester baru dan input SAT pasti selalu gini. tapi ini puncaknya. semester depan, tepatnya semester 5, sudah mulai masuk babak baru di perkuliahan. mulai rame muncul pertanyaan “lo mau ambil konsentrasi apa?” “telkom? kontrol? atau komputer?” dan gue yang tadinya sudah memantapkan hati ikut si mba telkom, tetiba semester kemarin kebayang ambil komputer. setelah menimbang dari beberapa faktor, 4 hari kemarin gue pilih komputer. tapi setelah di gojlok sana-sini jadi galau antara telkom atau komputer. dan akhirnya apa? 2 hari kemarin gue perwalian dan pilih telkom. sungguh terlihat gue yang masih kayak anak kecil, labil banget. berubah konsentrasi hanya dalam hitungan hari. tapi sampai sekarang pun masih belum mantap ambil telkom.
Ya Allah, berilah saya petunjuk…
(Source: a-g-o-r-e-a-p-h-o-b-i-a, via arian3naira)
(via i-spill-kisses-with-love)
(via love-theonlyrule)
Apa pun yang kau katakan, bagaimana pun kau menolaknya, cinta akan tetap berada di sana, menunggumu mengakui keberadaannya.
Bagi kita, senja selalu sempurna; bukankah sia-sia jika menggenapkan warnanya? Seperti kisahmu, kau dan dia, juga kisahku, aku dan lelakiku. Tak ada bagian yang perlu kita ubah. Tak ada sela yang harus kita isi. Bukankah takdir kita sudah jelas?
Lalu, saat kau berkata, “Aku mencintaimu”, aku merasa senja tak lagi membawa cerita bahagia. Mungkinkah kata-katamu itu ambigu? Atau, aku saja yang menganggapnya terlalu saru?
“Aku mencintaimu,” katamu. Mengertikah kau apa artinya? Mengertikah kau kalau kita tak pernah bisa berada dalam cerita yang sama, dengan senja yang sewarna?
Takdir kita sudah jelas. Kau, aku, tahu itu.
Novel “Remember When” - Winna Efendi
(Source: http, via love-theonlyrule)
(Source: oursuicidenotes, via eletheowl)
(Source: nindakartikadewi, via kuntawiaji)
(Source: damnsotrue, via kuntawiaji)
bahwa orang yang meremehkanku itu -
Engkau kirim untuk menguji keberserahanku kepadaMu."
